Ribuan Imigran Asisten Rumah Tangga Sudah Mengantre Masuk ke Singapura Lagi

Menteri Negara Tenaga Kerja Singapura Gan Siow Huang, pada Selasa (2/11/2021), mengatakan akan ada lebih banyak asisten rumah tangga migran dapat masuk Singapura dalam beberapa bulan mendatang jika situasi Covid 19 terus stabil secara lokal dan regional. MelansirThe Straits Times, karena tingginya permintaan untuk izin masuk, Kementerian Tenaga Kerja (MOM) akan terus memprioritaskan keluarga dengan kebutuhan pengasuhan. Hal ini diungkapkan Gan di hadapan DPR dalam menanggapi anggota parlemen yang bertanya tentang jumlah asisten rumah tangga yang diizinkan masuk ke Singapura dalam beberapa bulan terakhir, seperti serta biaya terkait.

MOM juga akan membantu memfasilitasi masuknya asisten rumah tangga migran bagi rumah tangga yang membutuhkan tenaga kesehatan, sehingga para pekerja garda depan di Singapura dapat lebih fokus pada pekerjaannya. Gan mengungkapkan, dari Mei tahun ini hingga bulan lalu, rata rata 900 PRTM memasuki Singapura setiap bulan, karena izin masuk untuk pekerja tersebut telah diperketat sejak Mei untuk mengelola risiko impor Covid 19. Sebagai perbandingan, Singapura mengizinkan masuk rata rata 3.400 asisten rumah tangga migran setiap bulan dari Januari hingga April tahun ini.

Menanggapi pertanyaan dari Ang Wei Neng (West Coast GRC) tentang angka yang diharapkan, Gan mengatakan beberapa ribu pekerja tersebut sedang menunggu untuk memasuki Singapura selama tiga bulan ke depan. "Tapi menurut saya yang lebih penting adalah bagaimana kita bisa secara bertahap meningkatkan masuknya asisten rumah tangga sekaligus melindungi kesehatan masyarakat di Singapura," katanya. Rumah tangga yang masih membutuhkan asisten rumah tangga migran secara mendesak dapat mempertimbangkan program komersial oleh Asosiasi Agen Tenaga Kerja (Aeas) yang membantu pemindahan pekerja rumah tangga yang telah memiliki dokumen terkait ke luar negeri, kata Gan.

Dia mengatakan para pekerja ini dapat diangkut dalam waktu satu atau dua minggu, dan tiba di Singapura dalam waktu satu bulan. Hingga akhir bulan lalu, inisiatif Aeas telah memfasilitasi masuknya lebih dari 1.000 PRTM dari Filipina, Indonesia, dan Myanmar. Skema ini juga akan diperluas ke India. Biaya yang dikenakan bervariasi antar agen tenaga kerja, penyedia layanan dan negara asal pekerja rumah tangga migran.

Rumah tangga dengan kesulitan keuangan dapat mengajukan pembebasan biaya tes Covid 19 lokal dan akomodasi fasilitas khusus pemberitahuan tinggal di rumah untuk asisten rumah tangga migran yang baru tiba di Singapura. Sumber:The Straits Times| Editor:Barratut Taqiyyah Rafie

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.