3 Syarat Penerima Vaksin Booster dan Dosis yang akan Diberikan, Masyarakat Wajib Tahu

Pelaksanaan vaksinasi booster bagi sasaran lansia dapat dilaksanakan secara serentak di seluruh kabupaten/kota. Sementara sasaran non Iansia dilaksanakan di kabupaten/kota yang sudah mencapai cakupan dosis 1 total minimal 70% dan cakupan dosis 1 lansia minimal 60%. Hal tersebut sesuai Surat Edaran tersebut bernomor HK.02.02/II/252/2022 tentang Vaksinasi Covid 19 Dosis Lanjutan (Booster) yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan RI.

Pelaksanaan kegiatan Vaksinasi Program Dosis Lanjutan (Booster) dilakukan di puskesmas, rumah sakit milik Pemerintah dan Pemerintah daerah, maupun pos pelayanan vaksinasi yang dikoordinasi oleh Dinas Kesehatan provinsi atau kabupaten/kota. A. Calon penerima vaksin menunjukkan NIK dengan membawa KTP/KK atau melalui aplikasi PeduliLindungi; B. Berusia 18 tahun ke atas; dan

C. Telah mendapatkan vaksinasi primer dosis lengkap minimal 6 bulan sebelumnya. A. Homolog, yaitu pemberian dosis lanjutan (booster) dengan menggunakan jenis vaksin yang sama dengan vaksin primer dosis lengkap yang telah didapat sebelumnya B. Heterolog, yaitu pemberian dosis lanjutan (booster) dengan menggunakan jenis vaksin yang berbeda dengan vaksin primer dosis lengkap yang telah didapat sebelumnya

Regimen dosis lanjutan (booster) yang diberikan pada bulan Januari 2022 yaitu: A. Untuk sasaran dengan dosis primer Sinovac maka diberikan: • Vaksin Astra Zeneca, separuh dosis (half dose) atau 0,25 ml.

• Vaksin Pfizer, separuh dosis (half dose) atau 0,15 ml. B. Untuk sasaran dengan dosis primer Astra Zeneca maka diberikan: • Vaksin Modema, separuh dosis (half dose) atau 0,25 ml.

• Vaksin Pfizer, separuh dosis (half dose) atau 0,15 ml. C. Bila ada regimen dosis lanjutan yang baru untuk Vaksinasi Program akan disampaikan kemudian. A. Penyuntikan dilakukan secara intramuskular di lengan atas.

B. Penyuntikan half dose dilakukan dengan menggunakan ADS 0,3 ml yang telah diberikan tanda ukuran dosis 0,15 ml dan 0,25 ml. Bagi daerah yang belum menerima ADS ini, maka dapat memanfaatkan AOS yang tersedia. C. Sebelum pemberian vaksinasi, dilakukan skrining terlebih dahulu menggunakan format Lampiran 1.

D. Penggunaan vaksin pada ibu hamil mengacu pada Surat Edaran nomor HK.02.01/1/2007/2021 tentang Vaksinasi COV10 19 bagi Ibu Hamil dan Penyesuaian Skrining Dalam Pelaksanaan Vaksinasi COVI0 19.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.